Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik paling sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh maupun mental. Selain membantu menjaga kebugaran, jalan kaki juga dapat mendukung penurunan berat badan, mengurangi stres, hingga meningkatkan kualitas hidup.
Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
Penulis buku Walk, Dr Milica McDowell, mengatakan berjalan kaki memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.
“Berjalan kaki memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa untuk kesejahteraan Anda hari ini dan umur panjang Anda di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, jalan kaki mampu membantu kesehatan otot, pencernaan, hormon, hingga kesehatan mental. Meski begitu, ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar manfaat jalan kaki bisa lebih optimal.
1. Jalan Kaki Sambil Bermain Ponsel
Berjalan sambil memainkan handphone dinilai berbahaya karena membuat seseorang kurang fokus terhadap kondisi sekitar.
Kebiasaan ini meningkatkan risiko tersandung, terjatuh, hingga tertabrak kendaraan. Selain itu, posisi kepala yang terus menunduk saat melihat layar ponsel juga dapat memicu nyeri leher, bahu, dan punggung.
2. Menggunakan Sepatu yang Tidak Tepat
Pemilihan sepatu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan kaki saat berjalan.
McDowell menyarankan menggunakan sepatu khusus berjalan kaki yang memiliki ruang cukup lebar di bagian depan agar jari kaki dapat bergerak bebas dan membantu pola berjalan menjadi lebih sehat.
3. Tidak Menyeimbangkan dengan Aktivitas Lain
Meski baik untuk kesehatan, jalan kaki sebaiknya tidak menjadi satu-satunya bentuk olahraga.
Mengombinasikan jalan kaki dengan latihan kekuatan, peregangan, dan pola hidup sehat seperti tidur cukup serta konsumsi makanan bergizi dapat membantu meningkatkan kebugaran dan mencegah cedera.
4. Mengabaikan Kecepatan Berjalan
Kecepatan berjalan juga menjadi indikator penting kondisi kesehatan seseorang.
Rata-rata orang berjalan sekitar 90 hingga 100 langkah per menit. Namun untuk manfaat kesehatan yang lebih maksimal, seperti membakar kalori lebih banyak, disarankan berjalan cepat dengan ritme sekitar 120 hingga 130 langkah per menit.
5. Tidak Konsisten
Konsistensi disebut menjadi kunci utama mendapatkan manfaat dari jalan kaki.
Berjalan kaki setiap hari dinilai lebih efektif dibanding hanya satu atau dua kali dalam seminggu. McDowell juga menyebut target 10 ribu langkah per hari bukan aturan mutlak.
Menurutnya, jumlah langkah ideal dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, misalnya antara 5.500 hingga 7.500 langkah per hari.
“Lakukan saja dan temukan jumlah langkah yang cocok untuk Anda,” katanya.
Ia menambahkan, jalan kaki tidak harus dilakukan dengan intensitas berat atau sampai berkeringat deras. Aktivitas tersebut bisa dilakukan secara bertahap sepanjang hari sesuai waktu yang tersedia.


