Banyak orang percaya bahwa minum air putih dapat membantu menurunkan tekanan darah saat sedang tinggi. Namun, benarkah demikian?
Menjaga tubuh tetap terhidrasi memang penting bagi kesehatan jantung, tetapi efek air putih terhadap penurunan tekanan darah tidak terjadi secara instan. Sebaliknya, kekurangan cairan atau dehidrasi justru dapat memengaruhi tekanan darah menjadi tidak stabil.
Dokter spesialis jantung di Miami Cardiac & Vascular Institute, Ian del Conde Pozzi, menjelaskan bahwa saat tubuh mengalami dehidrasi, volume darah akan berkurang sehingga awalnya bisa menyebabkan tekanan darah menurun.
“Namun ketika tubuh mencoba mengompensasi kondisi tersebut, tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang menyempitkan pembuluh darah dan justru dapat meningkatkan tekanan darah,” jelasnya.
Artinya, dehidrasi dapat memicu tekanan darah rendah maupun tinggi, tergantung respons tubuh masing-masing.
Hubungan Air Putih dan Tekanan Darah
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kurang minum air dan meningkatnya risiko hipertensi.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cureus pada Agustus 2022 menemukan bahwa penderita hipertensi cenderung memiliki persentase cairan tubuh lebih rendah.
Penelitian lain dalam Frontiers in Public Health pada Januari 2024 terhadap 3.000 orang dewasa menunjukkan risiko hipertensi menurun seiring meningkatnya konsumsi air putih harian.
Meski demikian, air putih bukan “obat cepat” untuk menurunkan tekanan darah, melainkan bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga kestabilan tensi.
Berapa Kebutuhan Cairan Harian?
Sebagai panduan umum:
- Pria: sekitar 3,7 liter per hari
- Wanita: sekitar 2,7 liter per hari
Jumlah tersebut berasal dari seluruh asupan cairan, termasuk air putih, buah, sayuran, sup, dan minuman lainnya.
Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah
Selain cukup minum air, tekanan darah dapat dikontrol dengan cara berikut:
- Menjaga berat badan ideal
- Rutin berolahraga
- Mengurangi konsumsi garam
- Menghindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh
- Mengonsumsi pola makan sehat seperti diet Mediterania
- Mengelola stres
- Tidur cukup
Kapan Harus ke Dokter?
Hipertensi sering disebut silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala. Seseorang dikatakan mengalami tekanan darah tinggi jika hasil pengukuran berada di atas 130/80 mmHg secara konsisten.
Segera periksa ke dokter bila mengalami:
- Sakit kepala berulang
- Pusing
- Penglihatan kabur
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Tekanan darah terus tinggi saat dicek
Minum air putih bisa membantu menjaga tekanan darah tetap sehat, terutama dengan mencegah dehidrasi. Namun, air putih saja tidak cukup untuk menurunkan hipertensi secara langsung, apalagi jika tekanan darah sudah tinggi terus-menerus. Penanganan tetap memerlukan perubahan gaya hidup dan, bila perlu, obat dari dokter.


