Thursday, April 16, 2026
HomeBatamPemotongan Bukit Vista Jadi Sorotan, Anggota DPRD Batam Ini Ingatkan Jangan Jadi...

Pemotongan Bukit Vista Jadi Sorotan, Anggota DPRD Batam Ini Ingatkan Jangan Jadi Bom Waktu

spot_img

BATAM, BATAMOKE.COM – Dampak pemotongan Bukit Vista masih menjadi sorotan banyak pihak, setelah proyek cut and fill di lokasi tersebut dihentikan sementara oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Penghentian aktivitas tersebut dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkannya. Mulai dari pergeseran tanah yang mengakibatkan jalan rusak dan pipa air bersih di Batam pecah.

Selain itu, pemotongan bukit ini juga mengakibatkan banjir lumpur di Perumahan Batam Indah setiap kali hujan deras turun.

Tumbur juga mempertanyakan dampak lingkungan dari perizinan pemotongan bukit tersebut.

”Kejadian ini harus menjadi perhatian serius Kepala BP Batam, untuk mengalokasikan lahan kepada investor,” kata Tumbur, Minggu (13/7/2025).

Tumbur mengatakan saat ini kondisi pembangunan di Batam sangat masif. Namun di tengah masifnya pembangunan, bencana banjir juga sangat sering terjadi.

”Sekarang kalau kita melihat hujan deras sebentar, sudah terjadi banjir. Jadi kita berharap pembangunan yang terus gencar dilakukan jangan sampai menjadi bom waktu bencana di Batam,” kata Tumbur.

“Perhitungan dampak lingkungannya harus benar-benar diperhatikan, agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Menurutnya jika ada salah satu perizinan yang tidak dilakukan dengan baik, maka yang menjadi korban bukan hanya lingkungan, tetapi investor juga rugi.

“Jadi pihak BP Batam harus benar-benar melihat seluruh perizinan yang diperlukan diurus dengan baik,” kata Tumbur.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Batam Terima Kunjungan Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia, Bahas Isu Kesehatan dan Rencana Rakernas AMSA 2026

Sebelumnya diberitakan, penghentian aktivitas cut and fill di kawasan Hotel Vista, Jalan Gajah Mada, Lubuk Baja, Kota Batam, yang dilakukan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Jumat (11/7/2025), mendapat sambutan positif dari warga.

Namun warga Batam Indah, khususnya di RT 04/RW 05 Kelurahan Sukajadi, masih menunggu solusi nyata atas masalah banjir lumpur yang terus mereka alami.

Ketua RT 04/RW 05, Sofian, menyampaikan, penghentian aktivitas pemotongan bukit tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan permasalahan utama yang mereka hadapi.

Sofian mengatakan, setiap kali hujan deras turun, air bercampur lumpur dari bukit yang telah dipotong itu mengalir langsung ke pemukiman warga, menyebabkan banjir lumpur dan kerusakan jalan.

“Penghentian aktivitas itu belum menyelesaikan masalah di lingkungan RW 05. Air dari bukit langsung mengalir ke komplek kami setiap kali hujan,” kata Sofian.

Saluran pembuangan air dari bukit ke Sungai Sukajadi juga perlu segera dibangun, agar aliran air tidak lagi membanjiri lingkungan tempat tinggal mereka.

“Harapan kami, Pak Amsakar dan Bu Li Claudia tidak hanya fokus pada aktivitas pemotongan bukit, tapi juga memperhatikan kondisi saluran air di bawah bukit. Jangan sampai harus ada korban dulu baru pemerintah bertindak,” tambahnya.

Sofian juga mengungkap, warga telah beberapa kali mengadu. Bbahkan menggelar aksi protes ke Kantor Wali Kota Batam terkait masalah ini. Namun sejauh ini belum ada tindak lanjut konkret dari pihak pemerintah.

“Kami sudah pernah demo, tapi belum juga ada respons. Sekarang pemerintah turun karena jalan rusak dan pipa pecah, tapi bagaimana dengan kami yang hampir setiap hujan kebanjiran lumpur?,” kata Sofian geram.

Dalam sidak itu, mereka memerintahkan agar seluruh aktivitas proyek dihentikan sementara karena telah menyebabkan sejumlah dampak negatif, termasuk pergeseran tanah, kerusakan jalan utama menuju Tiban, dan pecahnya pipa air bersih.

BACA JUGA:   Jalan Raja Isa dan Jalan Laksamana Bintan Siap Ditingkatkan, Amsakar dan Li Claudia Tinjau Langsung

 

 

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER