Wednesday, April 15, 2026
HomeKesehatanBukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Ternyata Pengaruhi Berat Badan

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Ternyata Pengaruhi Berat Badan

spot_img

Penelitian terbaru mengungkap waktu makan bisa menentukan apakah berat badan tetap stabil atau justru naik.

Dua kebiasaan sederhana, yaitu makan lebih awal dan memperpanjang puasa di malam hari, dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah.

Temuan ini menunjukkan bahwa pola diet tidak hanya soal apa yang dimakan, tetapi juga kapan waktu makan dilakukan.

Makan lebih awal bantu jaga berat badan

Melansir Science Daily (11/4/2026), studi dari Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) menemukan hubungan antara waktu makan dan berat badan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 7.000 orang dewasa berusia 40 hingga 65 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang makan lebih awal dan memiliki waktu puasa malam lebih panjang cenderung memiliki BMI lebih rendah dalam jangka panjang.

Peneliti menilai pola ini bekerja karena tubuh lebih selaras dengan ritme biologis alami.

“Kami menemukan bahwa memperpanjang puasa malam dapat membantu menjaga berat badan jika diikuti makan malam dan sarapan lebih awal,” ujar Luciana Pons-Muzzo dari ISGlobal.

Ia menjelaskan bahwa makan lebih awal membantu tubuh membakar kalori dan mengatur nafsu makan dengan lebih baik.

Ritme tubuh dan gaya hidup ikut menentukan hasil diet

Penelitian terbaru menunjukkan makan lebih awal dan memperpanjang puasa malam dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi, termasuk metabolisme.

Pola makan yang sesuai dengan ritme ini membuat tubuh bekerja lebih optimal dalam mengolah energi.

Sebaliknya, pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu proses tersebut.

Penelitian juga menemukan perbedaan pola antara pria dan perempuan dalam kaitannya dengan berat badan.

BACA JUGA:   Tubuh Pegal-Pegal Apakah Tanda Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasannya

Perempuan cenderung memiliki BMI lebih rendah dan lebih sering mengikuti pola makan sehat seperti diet Mediterania.

Sementara itu, sebagian pria yang makan lebih siang menunjukkan pola hidup kurang sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik.

Temuan ini menunjukkan bahwa waktu makan tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup secara keseluruhan.

Tak semua metode efektif untuk menurunkan berat badan

Penelitian ini juga menyoroti bahwa tidak semua metode intermittent fasting memberikan hasil yang sama.

Pada kelompok pria yang melewatkan sarapan dan baru makan setelah pukul 14.00, tidak ditemukan manfaat terhadap berat badan.

Kelompok ini justru cenderung memiliki kebiasaan yang kurang sehat dibanding kelompok lainnya.

Peneliti menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan bukan strategi yang efektif untuk menjaga berat badan dalam jangka panjang.

Chrononutrition jelaskan pentingnya waktu makan Penelitian ini merupakan bagian dari bidang yang disebut chrononutrition.

Bidang ini mempelajari hubungan antara waktu makan dengan kesehatan tubuh.

Peneliti menjelaskan bahwa pola makan yang tidak sesuai dengan jam biologis dapat mengganggu sistem tubuh.

Gangguan ini dapat berdampak pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

Menjaga berat badan tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi juga waktu makan.

Makan lebih awal dan memperpanjang puasa malam dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Temuan ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan pola makan dengan ritme alami tubuh.

 

Sumber: kompas.com

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER