Thursday, October 8, 2026
HomeInternasionalStudi Ungkap Kasus Stroke pada Usia Muda Hampir 2 Kali Lipat dalam...

Studi Ungkap Kasus Stroke pada Usia Muda Hampir 2 Kali Lipat dalam 30 Tahun

spot_img

Stroke selama ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok lanjut usia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kasus stroke pada orang dewasa muda mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan angka kejadian stroke pada orang dewasa muda hampir dua kali lipat dalam tiga dekade.

Penelitian tersebut mencatat angka stroke meningkat dari 33,9 kasus per 100.000 orang pada 1993-1994 menjadi 62,2 kasus per 100.000 orang pada 2020.

Penelitian dilakukan terhadap orang dewasa berusia 20 hingga 54 tahun di wilayah Greater Cincinnati dan Northern Kentucky, Amerika Serikat. Sepanjang 1993-2020, peneliti menemukan 2.076 kasus stroke pertama pada kelompok usia tersebut.

Jenis stroke yang paling banyak berkontribusi terhadap peningkatan tersebut adalah stroke iskemik. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terhambat sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Sejumlah Faktor Risiko Ikut Meningkat

Peneliti juga menemukan peningkatan sejumlah faktor risiko stroke selama periode penelitian.

Hipertensi meningkat dari 47 persen menjadi 60 persen. Sementara itu, diabetes meningkat dari 19 persen menjadi 26 persen dan atrial fibrilasi dari 1 persen menjadi 6 persen.

Penggunaan zat juga meningkat cukup tajam, dari 5 persen menjadi 40 persen. Menurut penelitian, peningkatan tersebut sebagian besar berkaitan dengan meningkatnya penggunaan ganja.

Meski demikian, peneliti menegaskan temuan tersebut belum membuktikan bahwa perubahan faktor risiko secara langsung menyebabkan peningkatan kasus stroke. Pasalnya, penelitian tidak memiliki data pembanding dari orang yang tidak mengalami stroke.

Dokter David Robinson, penulis senior penelitian, mengatakan peningkatan kasus stroke pada usia muda perlu menjadi perhatian karena dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Stroke adalah penyakit yang sangat merusak pada usia berapa pun. Dampaknya sangat berat ketika terjadi pada orang yang lebih muda,” kata Robinson.

BACA JUGA:   Ilmuwan China Sukses Transplantasi Paru-Paru Babi ke Manusia

Stroke pada usia muda dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan kemampuan mengurus anak.

Karena itu, Robinson menilai kesehatan kardiovaskular perlu diperhatikan sejak usia muda.

Penting Menjaga Kesehatan Sejak Muda

Robinson menyarankan orang dewasa mulai memperhatikan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia merujuk pada daftar “Essential 8” dari American Heart Association. Pedoman tersebut mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, tidak menggunakan tembakau, tidur berkualitas, serta menjaga berat badan, kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

Memiliki dokter layanan primer juga dinilai penting agar tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta faktor risiko lainnya dapat dipantau sejak dini.

“Yang penting adalah mulai memikirkan kesehatan kardiovaskular ketika masih muda, karena kita mungkin memiliki kesempatan terbaik untuk melakukan intervensi dan mengurangi dampak buruk jika kita mengetahuinya lebih awal,” ujar Robinson.

Pakar neurologi lainnya, Dr Christopher Anderson, mengatakan hasil penelitian tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian sebelumnya.

Sementara itu, Dr Michelle Leppert mengingatkan bahwa stroke tetap relatif jarang terjadi pada orang dewasa muda. Karena itu, temuan penelitian tersebut bukan alasan untuk panik.

Namun, pemeriksaan kesehatan rutin tetap penting untuk mengetahui sekaligus menangani faktor risiko penyakit pembuluh darah sejak dini.

Perhatian Khusus untuk Perempuan Muda

Leppert juga memberikan perhatian khusus terhadap perempuan muda. Ia menyarankan tekanan darah dipantau selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Perempuan yang mengalami migrain disertai gangguan penglihatan dan menggunakan pil kontrasepsi yang mengandung estrogen juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.

Menurut Anderson, stres tinggi, pola makan tidak sehat, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik sejak usia muda dapat memengaruhi risiko penyakit seperti stroke.

BACA JUGA:   ‘Neraka Bocor’ di Spanyol, 1.000 Orang Tewas Imbas Gelombang Panas

“Risiko yang terakumulasi tersebut tidak harus menunggu sampai usia pensiun untuk memberikan dampak besar terhadap kesehatan,” ujarnya.

 

Sumber: kompas.com

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER