Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengakui masih banyak korban hilang yang belum ditemukan setelah banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, sampai saat ini masih banyak juga daerah yang masih terisolir setelah bencana tersebut.
Namun, kata Masinton pihaknya akan terus berupaya meski alat berat milik Pemkab untuk pencarian korban hilang, cukup minim
“Alat berat kami terbatas. Hanya 12 unit itulah yang bergerak di seluruh lokasi bencana. Anjing pelacak dari Polri atau siapapun belum dikirimkan,” jelasnya.
Saat ini, kata Masinton, daerah yang masih terisolir di Kecamatan Tukka, Rampah, Hutahuis, dan Lumut.
“Daerahh terisolir itu di kecamatan Tukka ada 6 dess tapi beberapa sudah turun.Hutahuis semua terisolir, Rampah ke atas masih terisolir, Lumut juga. Semua pakai helikopter untuk mengantar bantuan kita berikan,” jelasnya.
Untuk itu,ia berharap agar pemerintah pusat dan provinsi segera membantu pihaknya untuk menurunkan alat bantu.
“Kita mohon alat bantuan dari provinsi atau pusat segera tiba ke sini untuk evakuasi korban hilang,” jelasnya.
Diketahui, hingga pagi tadi jumlah korban meninggal di Tapteng 86 orang.
Sementara 106 orang masih hilang.
Sumber: Tribunmedan.com


