Friday, October 9, 2026
HomeNasionalBukan Cuma Genetik, 4 Kebiasaan Ini Bantu Anak Tumbuh Optimal

Bukan Cuma Genetik, 4 Kebiasaan Ini Bantu Anak Tumbuh Optimal

spot_img

Tinggi badan anak sering dianggap sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik. Orang tua bertubuh tinggi diyakini akan memiliki anak yang tinggi, sedangkan orang tua bertubuh pendek kerap khawatir anak mengalami kondisi serupa.

Padahal, gen bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak. Lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk asupan gizi, aktivitas fisik, kesehatan, dan kualitas hidup, turut berperan dalam mendukung pertumbuhan.

Perubahan tinggi badan antargenerasi di sejumlah negara menjadi salah satu gambaran mengenai hal tersebut. China dan Korea Selatan, misalnya, mengalami peningkatan tinggi badan anak dan remaja yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Temuan tersebut tercatat dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada 2020. Studi itu menganalisis tren tinggi badan dan indeks massa tubuh (BMI) anak usia sekolah hingga remaja di 200 negara dan wilayah, menggunakan data lebih dari 65 juta peserta yang dikumpulkan selama 34 tahun.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti faktor genetik dapat diubah. Gen tetap berperan dalam menentukan potensi tinggi badan seseorang. Namun, potensi tersebut perlu didukung lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh secara optimal.

Ada sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan orang tua untuk mendukung proses pertumbuhan anak.

1. Pastikan Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi

Asupan nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, orang tua perlu memastikan pola makan sehari-hari memenuhi kebutuhan gizi anak.

Parenting and child development coach Hitesh M mengatakan protein, zat besi, zinc, dan kalsium merupakan beberapa nutrisi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan.

“Ketika Anda memberikan protein, zat besi, zinc, dan kalsium kepada anak, nutrisi tersebut sangat membantu pertumbuhan mereka,” kata Hitesh seperti dikutip dari Times of India.

BACA JUGA:   Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Berikut Daerah Terdampak

Protein dapat diperoleh dari telur, produk susu, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Zat besi antara lain terdapat dalam sayuran hijau, lentil, kacang-kacangan, dan daging.

Sementara itu, zinc dapat ditemukan dalam produk susu, biji-bijian, daging, dan gandum utuh. Adapun kalsium dapat diperoleh dari susu, yoghurt, keju, ragi, dan biji wijen.

2. Jangan Biarkan Anak Terlalu Banyak Duduk

Anak juga membutuhkan aktivitas fisik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Kebiasaan bergerak membantu menjaga kekuatan tulang dan otot sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Aktivitas bergerak penting untuk tinggi badan anak,” ujar Hitesh.

Orang tua dapat mendorong anak melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia dan kemampuannya. Bermain, berjalan, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik lainnya dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

3. Manfaatkan Waktu di Luar Ruangan

Aktivitas di luar ruangan memberikan manfaat lain karena tubuh dapat memperoleh vitamin D melalui paparan sinar matahari.

“Sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling alami bagi anak-anak. Sayangnya, anak-anak India sekarang tidak lagi banyak bermain di bawah sinar matahari. Artinya, banyak anak India yang mengalami kekurangan vitamin D,” kata Hitesh.

Meski demikian, anak tidak perlu berlama-lama berada di bawah terik matahari. Aktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari secara wajar dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

4. Jangan Abaikan Waktu Tidur

Selain makanan dan aktivitas fisik, waktu tidur juga perlu diperhatikan. Orang tua mungkin lebih sering memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak dibandingkan pola tidurnya.

Padahal, tidur merupakan salah satu periode penting dalam proses pertumbuhan. Hormon pertumbuhan atau growth hormone terutama dilepaskan saat tidur.

Karena itu, kebiasaan tidur terlalu larut atau kurang tidur dapat mengganggu proses yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

BACA JUGA:   2 Faktor Penyebab KFC Rugi Besar di RI: Pandemi-Konflik Timur Tengah

Tinggi Badan Bukan Satu-Satunya Ukuran

Perubahan tinggi badan anak-anak di China dan Korea Selatan menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan faktor yang diwariskan melalui gen.

Nutrisi yang baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, vitamin D, kesehatan, serta lingkungan hidup yang mendukung dapat membantu anak mencapai potensi pertumbuhannya.

Meski demikian, tinggi badan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan tumbuh kembang anak. Anak yang lebih tinggi belum tentu lebih sehat, lebih pintar, atau lebih unggul dibandingkan anak lainnya.

Setiap anak memiliki pola dan waktu pertumbuhan masing-masing. Hal yang terpenting adalah memastikan anak memperoleh lingkungan yang sehat serta kebutuhan tumbuh kembang yang sesuai.

 

Sumber: cnnindonesia.com

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER