Thursday, October 8, 2026
HomeKesehatanMain HP Saat Hamil Bisa Ganggu Detak Jantung Janin? Ini Kata Peneliti

Main HP Saat Hamil Bisa Ganggu Detak Jantung Janin? Ini Kata Peneliti

spot_img

Penggunaan ponsel selama kehamilan kembali menjadi perhatian setelah sebuah tinjauan sistematis terhadap 20 penelitian menemukan kemungkinan adanya kaitan antara paparan ponsel dengan perubahan fungsi jantung janin dan masa kehamilan yang lebih pendek.

Namun, temuan tersebut belum membuktikan bahwa penggunaan ponsel secara langsung menyebabkan gangguan pada janin. Sejumlah penelitian yang ditinjau juga memberikan hasil berbeda.

Dikutip dari New Atlas, Jumat (25/9/2026), tinjauan tersebut menganalisis 20 studi yang meneliti hubungan penggunaan ponsel dengan kondisi kehamilan dan janin.

Profesor Columbia University Norman Kleiman mengatakan bukti yang tersedia masih terbatas dan hasil antarpenelitian kerap berbeda.

“Studi yang ada masih terbatas dan sering kali bertentangan,” ujar Kleiman.

Sejumlah Studi Temukan Perubahan Detak Jantung

Beberapa penelitian yang ditinjau menemukan kemungkinan perubahan pada fungsi jantung janin setelah terpapar ponsel.

Salah satu penelitian yang melibatkan 90 ibu hamil menemukan bahwa paparan ponsel selama 10 menit pada tahap akhir kehamilan dikaitkan dengan penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung janin.

Studi lain terhadap 141 ibu hamil juga menemukan perubahan detak jantung janin setelah ponsel aktif ditempatkan sekitar 20 sentimeter dari perut selama 10 menit.

Namun, hasil tersebut tidak konsisten. Penelitian lain tidak menemukan perubahan serupa pada detak jantung janin maupun hubungan signifikan antara penggunaan ponsel dan gangguan kehamilan.

Penelitian terhadap sekitar 600 perempuan juga menemukan adanya hubungan antara penggunaan ponsel dan kehilangan kehamilan secara tiba-tiba. Hubungan tersebut lebih banyak terlihat pada perempuan yang melakukan panggilan lebih lama dan menggunakan lebih banyak aplikasi.

Meski demikian, para peneliti belum dapat memastikan bahwa ponsel menjadi penyebab langsung dari temuan tersebut.

Penggunaan ponsel dalam jumlah tinggi juga dapat berkaitan dengan faktor lain, seperti gaya hidup yang lebih banyak duduk. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi hasil penelitian dan perlu diperhitungkan ketika menafsirkan temuan.

BACA JUGA:   Heboh Tren Minum Air Hangat Disebut Bikin Perut Rata, Fakta atau Mitos?

Bagaimana Mengurangi Paparan?

Ponsel memancarkan radio frequency electromagnetic fields (RF-EMF), yakni gelombang radio yang termasuk radiasi non-pengion. Energinya lebih rendah dibandingkan radiasi pengion seperti sinar-X.

Para peneliti menyebut sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi paparan, seperti menggunakan speakerphone atau headset berkabel, menjaga jarak ponsel dari tubuh, serta mengaktifkan mode pesawat ketika perangkat tidak diperlukan.

Meski penelitian tersebut menyoroti kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan ponsel dan sejumlah perubahan pada kehamilan, hasilnya belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa ponsel pasti membahayakan janin.

Para peneliti menilai masih diperlukan penelitian dengan metode yang lebih kuat untuk mengetahui apakah terdapat hubungan sebab-akibat serta seberapa besar pengaruh penggunaan ponsel terhadap kehamilan dan perkembangan janin.

 

Sumber: liputan6.com

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER