Dunia dihadapkan pada ancaman Super El Nino, fenomena iklim yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah modern. Para ilmuwan memperingatkan kondisi ini berpotensi memicu suhu global yang lebih panas, kekeringan berkepanjangan, gagal panen, hingga krisis pangan di berbagai negara.
Apa Itu Super El Nino?
Super El Nino merupakan fase El Nino dengan intensitas yang jauh lebih kuat dibandingkan El Nino biasa. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat secara signifikan di atas kondisi normal, sehingga mengubah pola sirkulasi atmosfer dan cuaca di berbagai belahan dunia.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan cuaca ekstrem yang berbeda di setiap wilayah. Sebagian negara mengalami hujan lebat dan banjir, sementara wilayah lain, termasuk Indonesia, berisiko mengalami musim kemarau lebih panjang dan kekeringan yang lebih parah.
Dampak bagi Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino 2026 berpotensi melampaui kategori kuat dan dapat bertahan hingga awal 2027. Dampaknya diperkirakan berupa penurunan curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta meluasnya kekeringan di sejumlah daerah.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sektor pertanian, mengurangi ketersediaan air bersih, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memengaruhi produksi pangan nasional. Para ahli juga mengingatkan bahwa dampak El Nino tahun ini dapat lebih besar dibandingkan peristiwa serupa pada 2023.
Mengapa Disebut Bisa “Memanggang” Bumi?
El Nino secara alami meningkatkan suhu rata-rata permukaan Bumi. Ketika fenomena ini terjadi bersamaan dengan pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca, suhu dunia berpotensi mencetak rekor baru.
Sejumlah model iklim bahkan memperkirakan Super El Nino 2026 dapat menjadi yang terkuat dalam sekitar 150 tahun terakhir, sehingga meningkatkan risiko gelombang panas ekstrem, cuaca kering berkepanjangan, serta bencana hidrometeorologi di berbagai kawasan.
Waspada Dampak Ekonomi
Selain ancaman terhadap lingkungan, Super El Nino juga diperkirakan berdampak pada perekonomian global. Produksi pangan dapat menurun, harga komoditas meningkat, dan tekanan inflasi bertambah, terutama di negara-negara yang bergantung pada sektor pertanian seperti Indonesia.
Pemerintah dan masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi, seperti pengelolaan sumber daya air, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, serta penguatan ketahanan pangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila fenomena ini mencapai puncaknya.
Sumber: cnnindonesia.com


